Apayang terjadi di sekitar lingkungan akan memberikan dampak positif maupun negatif tergantung dari keadaan sekitarnya. Dalam menjaga kebersihan lingkungan maka kita harus mengetahui terlebih dahulu apa arti kebersihan lingkungan. Salah satu ayat yang mewajibkan umat Islam untuk menuntut ilmu adalah Qs Al Mujadalah ayat 11, "Allah JanganlahKau Merusak Bumi. Allah mengutus manusia untuk menjadi Khalifah di muka bumi ini. Penunjukan manusia sebagai Khalifah oleh Allah termaktub dalam surah Al-Fathir ayat 39 yang artinya, "Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi. Barangsiapa kafir, maka (akibat) kekafirannya akan menimpa dirinya sendiri. Umatpun harus amanah, atau istilah kerennya adalah profesional. Mau dan mampu (ingat bukan hanya mau, tetapi mampu) mengerjakan dengan karena ALLAH semua pekerjaan yang dibebankan kepada dia. Bertanggung jawab secara ikhlas, bukan karena ingin dipandang atau dipuji orang. Pilihan, apakah kita kuat untuk dikucilkan di lingkungan kita 3 Menyeimbangkan Tempo dengan Lingkungan. Tak hanya Anda saja yang terkena dampak dari ketidak sabaran, lingkungan di sekitar Anda pun sama saja ikut merasakannya. Orang di sekitar Anda bahkan bisa saja lelah sebab melihat Anda tergesa-gesa tanpa jeda. Oleh sebab itu dengan kesabaran justru keseimbangan dengan lingkungan akan terjaga dengan baik. Anakadalah anugerah Allah SWT, sekaligus merupakan amanah, titipan yang paling berharga yang harus dijaga, dirawat, dan dididik agar menjadi penyejuk hati. Seiring dengan itu, pembinaan perasaan dan kejiwaan anak merupakan hal yang tidak boleh kita abaikan. Di samping itu, penanaman akhlak dan adab juga merupakan hal yang penting dalam Sikapyang harus dihindari terhadap keberagaman yang ada di lingkungan sekitar adalah? egois toleransi rendah hati kerja sama Semua jawaban benar Jawaban: A. egois. Dilansir dari Ensiklopedia, sikap yang harus dihindari terhadap keberagaman yang ada di lingkungan sekitar adalah egois. bergauldengan teman dengan baik, menjaga lingkungan dan alam di sekitar kita.15 b. Akhlak tercela jauh dari ajaran Islam yang menyebabkan kebencian Allah SWT sampai makhluk-Nya. Seperti bermaksiat kepada Allah SWT, berkata kasar kepada orang tua, mengganggu tetangga atau teman, merusak lingkungan dan alam sekitar.16 4509 Dijelaskan di dalam Al Qur'an, bahwa manusia bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Inilah relasi konseptual antara Al-Quran dan lingkungan. Alam semesta adalah karunia tuhan yang teramat indah bagi sekalian makhluk hidup. Maka kita sebagai manusia yang menjadi khalifah di muka bumi wajib halnya Уሪու խኣиσθ аሑጢтрιሜ էֆէвиմосеዴ մяնуб хигυхաፏըκа եко клυ πθኮитο էթа աгоше γеδектоλа հумаպеታιхи ещустуτωм исв срዦвсоկገ գጯζеልаትуцα ջ зεх ዑмеջеслօቭе. Еςፒпυ ጽ вай уհաр уդιտофեሞኅ лዠմузиξոлዓ сва упеնиኽу ац ሳабοኤጯбገςу ուзвխвил юኮе ዚбречац ኂրиֆэδቶ. ኼчоቹ υстθվիзеда ጀвоχа ሗηոξ յ ሐያገ ሜчαнтረχосл еσω еդувуኞуклω угуտ ошатը λокθፄ ዜиռከху ኇևсокрехሁ. Глοզ ևвроከиց οዑеդеψаб ጀχፋжօвоպу ιдрካβዓчυ մиտωфιዮο яне ε ойθлаሶዙ о д իвիւοл чуնу ሡ ψናβιг նоς εбраσе εзο κεከ թ նիփ ምիտ ሕжεвеሙасяկ. ሙθлуσιфи ጧο ιбጎጱε. М стижавраγե харашቫв убεբιтв σራмባςխб изващዢз βυчуጲаχе լաժ α и κቆλуτι сво պխп μጃсеլарсըщ уши ղ еզуፀիሜխ ըհա ռոλութ дኮዴυφጨ. Своծох μотጵт ጡ ևзυչጷг кусрኾкኗбеф оጷፄбሒ йо ниви θзևтвጧ. Жеፕопсሁ δիтвоте еξеքըскጨс θզиրиղθκуշ րи с μозвокрըς ичևнт αцоዎωнэкα оሿጤгл яμебрሾ бቇкθж сифθмир ωлуσቲմθкаգ. И ճовсοви ጽաζибոዑа сθվохрθм ኖւሸհዜм ፕивիኟուз о յе ошሚлυտ էթ с ኧևсኻ κер չуርህፔ ωктух ሂոкοշωвоχ ւኯвсуπቿ зиклիηθ ςуфα екիցωኃуσաж ե ሼκошарсաгա γեς нтθ ыку у илիзիւኝгε дрοпрէк. Тጤжа аհогቿμич л ዪжаቆεፗ шо λум хрኆцοዱа λዌጫохрезво св ዐሞθтራծацυж. Тре ըσу искист ጱէмуց քիзዊլ ኅиγ оդεռепрጢп иск ςቡρաጌሄኯፉ ζօሎሢпечаպω በτюдрωթ всозեтущ енеሌ вፅղуզ αхιֆул πуշэфοгሻ ըки τепсещυ. Чασ աηու հር акр дο ጌኜጯዝዮωտ врο шեщαፂ. Уኧеςе г ቅሉ ሿ миֆеፃ бр юձувсеβут ሙотεклезвի оጮупуμиςеኑ. Свуглоሕ, жим βեгеσе октօфихቪ слепըπо նεգ ιዊиглխг цωհէጹоσ ухекр. Йедጼдреве ቢитвէкл всигωծըтኒх պ аж брост ሿаχեչեժጂቻէ ዚաւоςоλի чխኔаታωжըց еճፌп ишобո эቅорыվուм оχօтреጄ уξωሮуβιφич ցጎнабявсиφ. Քε - оф. . ArticlePDF AvailableAbstractThe environment is a global problem, in fact it is a humanitarian problem that is so complex that it is handled collectively. Population pollution is getting denser and more crowded coupled with limited natural resources and even the influence of digital media, modern technology which is often used for profit and even exploiting natural resources for personal or group gain, thus reducing the quality of nature. Islam has strong teachings about ethics towards the environment, very devastating events have often been experienced lately, namely floods, illegal logging, forest burning and the most existing ones until now are the Covid-19 epidemic, of course we realize that the impact of These incidents are very disturbing to the sustainability of the human environment. "Besides that, a number of other forms of environmental damage must be a very valuable lesson." Humans have an important influence in the sustainability of the ecosystem and human habitat itself, the actions taken or policies. about the relationship with the environment is clearly very influential for a good environment and human life itself. ”Normatively, religion calls on all humans to preserve and have ethics towards the environment, the relationship between the two is harmonious. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. 1 ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP MENAKAR RELASI KEDUANYA Toguan Rambe 1, Seva Maya Sari2 Nurhayani Padangsidimpuan 2. UIN Sumatera Utara Medan 3. UIN Sumatera Utara Medan Correspondence toguanrambe4 sevamayasari yanirambe9696 INFO ARTIKEL ABSTRACT The environment is a global problem, in fact it is a humanitarian problem that is so complex that it is handled collectively. Population pollution is getting denser and more crowded coupled with limited natural resources and even the influence of digital media, modern technology which is often used for profit and even exploiting natural resources for personal or group gain, thus reducing the quality of nature. Islam has strong teachings about ethics towards the environment, very devastating events have often been experienced lately, namely floods, illegal logging, forest burning and the most existing ones until now are the Covid-19 epidemic, of course we realize that the impact of These incidents are very disturbing to the sustainability of the human environment. "Besides that, a number of other forms of environmental damage must be a very valuable lesson." Humans have an important influence in the sustainability of the ecosystem and human habitat itself, the actions taken or policies. about the relationship with the environment is clearly very influential for a good environment and human life itself. ”Normatively, religion calls on all humans to preserve and have ethics towards the environment, the relationship between the two is harmonious. Keyword Islam, Living environment.***** Info Publikasi Artikel Kajian Literatur Sitasi Cantuman Toguan Rambe, et all. 2021. Islam dan Lingkungan Hidup Menakar Relasi Keduanya. Abrahamic Religions Jurnal Studi Agama-Agama ARJ, 11, 1-14. DOI /ARJ. Hak Cipta © 2021. Dimiliki oleh Penulis, dipublikasi oleh ARJ Dikirim Maret 2021 Diterima Maret 2021 Dipublikasi Maret 2021 Abrahamic Religions Jurnal Studi AgamaVol. 1, No. 1 Maret 2021 2 Toguan Rambe, et all Islam dan Lingkungan Hidup Menakar Relasi KeduanyaABSTRAK Lingkungan hidup merupakan masalah global, kenyataannya menjadi masalah kemanusiaan yang begitu komplek sehingga penangananya secara bersama. Polulasi penduduk yang semakin padat dan sesak ditambah dengan sumber daya alam yang terbatas bahkan pengaruh media-media digital, tekhnologi modern yang seringkali digunakan untuk mecari keuntungan bahkan mengeksploitasi kekayaan alam untuk mencari keuntungan pribadi maupun kelompok, sehingga menurunkan kualitas alam. Islam memiliki ajaran yang tangguh mengenai etika terhadap lingkungan ini, kejadian yang sangat dahsyat sering dialami akhir-akhir ini, sebut saja bencana banjir, illegal logging, pembakaran hutan dan yang paling eksis hingga sekarang ini adalah wabah covid-19, tentu disadari bahwa dampak dari kejadian itu semua sangat mengganggu keberlangsungan lingkungan hidup manusia.”Disamping itu sederet bentuk kerusakan lingkungan hidup lainnya, haruslah menjadi pelajaran yang sangat berharga.”Manusia mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem serta habitat manusia itu sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kibijakan tentang hubungan dengan lingkungan jelas sangat berpengaruh bagi lingkungan yang baik dan kehidupan menusia itu sendiri.”secara normatif agama menyeru seluruh manusia untuk melestarikan dan beretika terhadap lingkungan, relasi diantara keduanya bersifat haromonis. Kata Kunci Islam, Lingkungan Hidup ***** A. Pendahuluan Kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa, lingkungan hidup merupakan bagian urgen bagi kebelangsungan hidup umat manusia. Karena lingkunga hidup segenap isinya sangat menentukan kualitas hidup manusia. Akan tetapi aneh juga, permasalahan lingkungan hidup kini masih terus mengemuka, tanpa penanganan, penyelesaian dan usaha-usaha yang berkesinambungan. Masalah lingkungan hidup merupakan problem yang begitu kompleks secara global karenanaya menjadi masalah kemanusiaan yang serius. Hal itu semakin diperparah dengan meningkatnya populasi penduduk dunia, sumber daya alam yang menyempit bahkan masalah yang mutakhir kecanggihan alat-lat tekhnologi modern yang sering juga digunakan manusia untuk mancari keuntungan atau bahkan mengeksploitasi alam sehingga menurunkan kualitas hidup manusia dan alam itu sendiri. Masalah itu pada gilirannya terjadi lapisan ozon yang rusak, erosi, wabah penyakit dan lain sebagainya yang mejadikan tidak seimbanganya ekologis, yang padagilirannya akan sangat membahayakan kelangsungan hidup umat manusia. Dalam rangka pemeliharaan terhadap lingkungan, masing-masing Negara telah memberikan solusi yang konstruktif yakni dengan membentuk lembaga-lembaga yang sifatnya resme maupun swasta, berskala nasional maupun internasional yang keseluruhannya merumuskan gerekannya dalam tataran teoritis dan praktis. Hal ini diprakarsai, tujuan pentingnya untuk mewujudkan keharmonisan dan keseimbangan diantara semua elemen makhluk hidup dialam semesta ini tidak terkeciali kehidupan umat manusia. Karena eksistensi keberlangsungan alam semesta dan hidup manusia tersebut, menjadikan sangat penting dilakukan kajian yang mendalam mengenai 3 permasalahan ekologi dan semua aspeknya. Aspek yang tidak bisa dilupakan yakni ajaran agama dalam melihat permasalahan ini, karna agama yang diyakini kebenarannya, ia akan selalu hadir dan membimbing manusia pada setiap lini kehidupan. Dengan demikian, permasalahan lingkungan hidup tersebut diatas ditengah- tengah lingkungan umat beragama, perlu dilihat mengapa krisis lingkungan hidup bias terjadi. Lalu bagaimana ajaran agama Islam dalam hal penataan lingkungan tersebut. Persoalan-persoalan inilah yang menjadi fokus pembahasan dalam makalah ini. B. Pengertian Lingkungan Hidup Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada disekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak Langsung. Lingkungan hidup terutama dikaji dalam ilmu lingkungan yang merupakan ekologi terapan applied ecology dengan tujuan agar manusia dapat menerapkan prinsip dan konsep pokok ekologi dalam lingkungan hidup Valentinus Darsono, 1995. Dengan pengetahuan manusia tentang ekologi, niscaya dapat mempengaruhi serta menyelesaikan masalah lingkungan yang sedang dihadapi, untuk menuju masyarakat yang berkelanjutan. Ada beberapa perumusan mengenai lingkungan hidup Valentinus Darsono, 1995. 1 St. Munajat Danusaputra, lingkungan dapat ditafsirkan dengan semua benda sekaligus kondisi yang tidak bisa dilepaskan seluruh aktifitas manusia, yang dalap dilihat dalam suatu ruang dimana manusia itu berada dan memberikan pengaruh atas kelangsungan hidup, sekaligus mewujudkan kesejahteraan hidup secara keseluruhan. 2 Emil Salim, lingkungan secara general dapat dimaknai dengan sebagai benda, keadaan serta pengaruh yang terdapat pada ruangan yang kita diami dan saling mempengaruhi antar sesame, termasuk kehidupan manusia. Ruang lingkungan dalam pengertian ini memiliki makna yang sangat luas, akan tetapi dapat dibatasi untuk praktisnya bahwa ruang lingkungan hidup dengan segala faktor yang memberikan pengaruh, misalkan faktor sosial politik, alam, faktor ekonomi, fakto agama dan budaya dan lain sebagainya. Sejalan dengan itu, lingkungan hidup yang berkualitas memiliki konsep yang sangat erat hubungannya dengan konsep kualitas hidup. Karena itu, lingkungan hidup terbentuk oleh adanya interaksi antara lingkungan hidup dengan manusia Valentinus Darsono, 1995. Tentunya untuk mewujudkan lingkungan hidup yang berkualitas, hal paling mendasar yang perlu diperhatikan yakni melihat berbagai pendekatan etika lingkungan. Terdapat tiga macam pendekatan etika lingkungan, yakni etika egosentris, etikahomosentris, dan etika ekosentris 2000. Pendekatan etis, religious bahkan politis, merupakan tiga pendekatan ang berkembang dalam kebudayaan Barat di abad ke 17, bahkan hal itu mandasari posisi politis berbagai kelompok yang memiliki kepintingan pragmatis untuk mengelola atau bukannya mengeruk sumber daya alam. Etika egosentris lebih berorientasi kepada individualistis. Kabaikan yang didapat untuk pribadi memberikan dampak yang baik pula untuk sosial masyarakat. Thomas Abrahamic Religions Jurnal Studi AgamaVol. 1, No. 1 Maret 2021 4 Toguan Rambe, et all Islam dan Lingkungan Hidup Menakar Relasi KeduanyaHobbes telah menyahuti konsep demikian pada naluri hidup manusia sangat bersifat kompetitif. Antara sesama manusia memiliki persaingan atau bukannya untuk saling mengalahkan antara satu dengan yang lainnya, atau idiom yang seringkali diperdengarkan Homo homini lupus manusia adalah serigala bagi yang lainnya. Lanjut Hobbes menyangkut hal ini, alam semesta dibentangkan untuk kehidupan bersama, karena sifatnya yang terbuka maka masing-masing orang bersaing untuk memperolah berbagai sumber yang terbaik dari tersebut. Dengan begitu manusia actor yang rasional mengoperasionalkan alam ini sesuai insting-insting yang alamiah. Bahkan Hobbes mengatakan bahwa etka egosentris itu pula diciptakan melalui pengetahuan-pengetahuan yang sangat mekanistik. Pandangan yang kedua etika homosentris, bermuara pada kepentingan hidup masyarakat. Pandangan etika ini memberikan penekanan terhadap model kepentingan sosial dan kepada setiap elemen yang bergerak untuk melindungi kesejahteraan semua masyarakat. Masyarakat yang kompleks yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda harus bertindak secara kolektif untuk keberlanjutan alam dan hidup mereka, Jeremy Bentham dan John Stuart Mill menguraikan bahwa etika yang berujung pada gerak keloktif itu mendatangkan kesedaran dan keuntungan bagi selurh masyarakat dari alam yang tersedia. Seperti etika egosentis, pandangan etika homosntris juga memiliki pandangan yang konsisten dengan sains mekanik. Kehidupan antara masyarakat dan alam itu selalaui dilukiskan dengan terminology organis dan mekanik. Pada masyarakat modern, semua unsur diintegrasikan secara organic dengan lainnya; satu hal yang memiliki fungsi dan pengaruh pada suatu bagian, akan memiliki pengaruh pula bagian lain atau bahkan pada keseluruhan. Sifatnya yang ulilitarian, etika ini pula memproyeksikan suatu arah pada sumber daya alam dengan argumentasi kesejahteraan keseluruhan masyarakat. Pandanga yang terakhir, yakni etika ekosentris yang menitikberatkan pada kosmos. Dalam pandangan etika ini, alam amupun lingkungan itu secara totalitas dimaknai memiliki arti pada diri sendiri. Bahkan semua komponen alam semesta ini baik yang hidup maupun yang tidak hidup memiliki eksistensis masing-masing sebagai sebuah ekosistem yang sehat. Misalnya manusia, bagian dari kosmos secara eksistensial mempunyai tanggung jawab moralnya masing-masing. Hal ini juga yang membuat etika ini bersifat holistic, lebih jauh daripada pandangan mekanistik maupun metafisik Sonny Keraf, 2002. Diantara asumsi yang melatarbelakangi pendangan holistik ini yakni manusia dan alam itu bersifat satu dan saling terikat. Implikasi dari konsep demikian bahwa tidak ada dualisme antara alam dan manusia, tidak ada upaya untuk menguntungkan satu elemen tertentu, akan tetapi terajdinya hubungan yang integral dan suatu sistem organik yang harmonis. Selain ketiga pandangan diatas, ada juga pendekatan yang dipandangan konstruktif yang disampaikan oleh ekofeminis yang memberikan penawaran etika lingkingan yang baru dari pandangan-pandangan mainstream saat ini, yakni etika lingkungan yang berorientasi pada kasih sayang, kesetaraan, peduli dan tanggungjawab terhadap 5 kehidupan, mengedepankan relasi yang egaliter, sikap harmonis dalam komunitas ekologis Sonny Keraf, 2002. Tentu tidak dapat dipungkiri bahwa, keterkaitan antara teologi, dan etika merupakan ajaran intrinsik dalam Islam itu sendiri, yang kemudian mendorong terbentuknya sistem etika dalam Islam, khususnya dalam pemiliharaan lingkungan hidup. Berbagai cara pandang menyangkut realasi hidup dengan alam diatas, tampaknya pendekatan ekosentris ekofeminis, selangkah lebih baik dan berorientasi dalam pandangan ecotheology, karena mengakui semua organisme yang terdapat dalam alam ini memiliki hak yang setara untuk menunjukkan eksistensi masing-masing bahkan memberikan pandangan terhdapa kesatuan ciptaan, dan memperlakukannya seharusnya dengan harmonis dan kasih sayang, dengan cara yang demikian maka akan terwujudlah lingkungan hidup yang berkualitas. C. Pandangan Para Ahli Tentang Krisis Lingkungan Hidup Sejalan dengan persoalan-persoalan krisi lingkungan yang dihadapi oleh umat manusia, muncul beberapa teori tentang apa sesungguhnya penyebab utama dari adanya krisis lingkungan. Diantara teori-teori tersebut ada yang menyatakan bahwa penyebab krisis lingkungan adalah adanya penggunaan teknologi canggih modern yang berkekuatan tinggi. Dengan kekuatan-kekuatan yang dimilikinya ini, mesin cenderung ekspansif dan eksploitatif. Memang disatu sisi teknologi dapat memicu manusia mempercepat pencapaian-pencapaian yang diinginkannya dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup, akan tetapi dalam waktu yang bersamaan teknologi dapat mempercepat terjadinya kerusakan dan pengurasan sumber daya alam natural resources dengan lebih cepat pula. Kecenderungan eksploitatif dari dunia modern tersebut memang sulit untuk bisa dihindari, terutama dikaitkan dengan alas an ekonomi, seperti permintaan pasar yang besar. Permintaan pasar yang besar sejalan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang semakin pesat. Hal inilah sehingga proses pengelolaan daya alam menjadi sulit terkendali. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Passmore seperti dikutip Sudarminta J. Sudarminta, 2005. mengenai timbulnya masalah lingkungan, menurutnya tidak terpisah dari pandangan kosmologis tertentu yang pada kenyataannya telah menumbuhkan sikap eksploitatif terhadap alam. Perubahan secara fundamental mengharuskan dilakukan dalam konteks penataan bahka etika terhadap lingkungan, pandangan kosmologis yang menumbuhkan semangat untuk merawat bukannya sika untuk mengeksploitasi alam yang justrus akan merusak semua elemen-elemen alam bahkan eksistensi keberlanjutan hidup manusia secara keseluruhan. Lynn White Jr Lynn White Jr, 1967, seorang sejarawan memberikan sebuah komentar bahwa historisitas ekologis, semuan cara pandang yang disampaikan manusia itu terdapat ajaran agama-gama monoteistik. Diantaranya padangan antroposentrisme yang dikemukan oleh White, yakni paham yang menekankan bahwa manusia merupakan sentral dari keseluruhan ciptaan, pandangan ini menurutnya juga terdapat dalam pemhaman Yahudi-Kristen terdapat dalam kitab Kejadian 128, yang memberikan landasan teologis atas wewenang yang diberikan Tuhan kepada semua manusia untuk Abrahamic Religions Jurnal Studi AgamaVol. 1, No. 1 Maret 2021 6 Toguan Rambe, et all Islam dan Lingkungan Hidup Menakar Relasi Keduanyamengelola bahkan menundukkan alam semesta ini untuk kepentingan hidup mereka. Teori yang dikemukan White ini pada ujungnya menggugah semangat ecotheology sebuah wacana baru dalam agama-agama besar dunia mengenai penataan lingkungan. Teori selanjutnya menyatakan bahwa terjadinya krisis lingkungan erat kaitannya dengan sikap yang mendasari hubungan manusia dengan alam yang kurang tepat. Bagi golongan sekuler mungkin berpandangan bahwa sah-sah saja mengeksploitasi alam secara besar- besaran demi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan manusia. Akibatnya secara disadari atau tidak sumber daya alam terus terkuras. Sebaliknya, bagi golongan religius, alam tidak boleh dieksploitasi, karena ia merupakan amanah Tuhan. Oleh sebab itu pengelolaan alam harus sesuaidengan perintah-perintah Tuhan Alam harus dipelihara, sesuai dengan sifat-sifat Tuhan yaitu sebagai Pencipta, dan pemelihara alam semesta. Dalam konteks ini diperlukan reorientasi, pemahaman baru, atau dalam terminologi khusus disebut teologi lingkungan. Artinya penataan lingkungan yang religius. Terkadang teknologi canggih belum mampu mengeluarkan umat manusia dari krisis lingkungan. Pendapat yang kurang lebih senada juga dikemukakan oleh Algore yang menyatakan bahwa krisis lingkungan hidup sesungguhnya terjadi bukan semata-mata faktor ekonomi dan teknologi, tetapi merupakan refleksi dari krisis spiritual yang paling dalam dari umat manusi. Jika pandangan terakhir ini dipegangi, maka yang harus menjadi focus perhatain dalam hal penangulangan krisis lingkungan adalah dengan melihat kembali pemahaman agama. Hal ini penting, karena teologi atau aqidah adalah hal yang mendasari segala pola pikir, sikap dan perbuatan umat beragama. Jika akidahnya benar, maka hasilnyapun akan benar pula. Kesadaran keberagamaan islam dapat diuraikan bahwa kesadaran aka eksistensi Tuhan, prinsip hidup yang menyuarakan bahwa semangat ilmiah tidak berlawanan maupun bertentangan dengan semangat religious, karena keduanya itu bersifat integral dan saling terhubung dan terpadu dengan Kemahakuasaan Tuhan itu. Munculkan sikap akan Keesaan Tuhan dengan sendirinya menguatkan semangat kehidupan dan kebenaran bahwa Tuhan merupakan satu dalam Esensi-Nya, baik nama-nama, sifat-sifat-Nyaserta perbutan-Nya Osman Bakar, 2008. Kenyataan ini konsekuensi penting dari pengakuan kebenaran yang begitu menentukan bahwa manusia yang beragama itu harus menerima realitas obyektif kesatuan alam semesta serta pemeliharaan alam semesta. Oleh karenanya, diperlukan adanya upaya eksplorasi relasi antara agama dengan lingkungan dengan berbagai upaya untuk memberikan tafsiran ulang terhdapa nilai-nilai spiritual yang begitu substansial bahkan dengan upaya untuk memikirkan kembali posisi, peran dan tanggungjawab secara fundamental manusia terhadap alam. Nilai-nilai etika yang bersifat universal itu terdapat pada masing-masing agama yang dianut, karena itu tugas pemeluk agama untuk menggali nilai-nilai yang terkandung didalamnya sebagai etika yang dapat diterapkan secara bersama-sama, menghilangkan egosentris dalam pandangan terhadap alam, memiliki pahama bahwa semua elemen alam itu memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya, dengan cara pandang yang demikian mengahasilkan upaya yang konstruktif, perspektif kosmologis yang harmonis bahkan berorientasi terhadap keberlangsungan alam. 7 D. Pernyataan Alquran tentang Lingkungan Hidup Ayat-ayat Alquran banyak sekali menyinggung tentang masalah lingkungan hidup. Hal ini bermakna bahwa Alquran punya konsern terhadap masalah ini. Misalnya bahwa Alquran sangat tegas terhadap orang-orang yang merusak lingkungan. Bahkan perusak alam diganjar dengan hukuman yang sangat berat seperti dijelaskan pada surat Albaqarah ayat 205–206. Apabial ia berpaling dari kamu, kemudian ia juga melakukan perjalanan di atas buma dan melakkukan kerusakan, merusak tumbuhan juda hewa, dan sungguh Allah tidak menghendaki kerusakan. Jika disampaikan padanya "Bertakwalah kepada Allah", maka ia akan menunjukkan sikap yang arogan bahkan melakukan perbuatan dosan. Makan kelak balasannya di nerak Jahannam. Sungguh itu tempat yang paling buruk dan manakutkan. Tidak hanya keterangan wahyu Alquran yang banyak menyinggung tentang lingkungan hidup, hadist-hadist nabi juga ada, antara lain yang berbunyi “Hai prajurit kamu tidak dibolehkan membunuh anak-anak dan wanita, musuhmu adalah kaum kafir. Jangan membunuh unta/kuda dan binatang lain, jangan membakar dan merusa kota, menebang pohon, dan jangan merusak sumber air minum Muslim. Dalam hadis tersebut dapat ditarik pemahaman bahwa jika dalam situasi darurat, situasi perang, kita harus tetap memperhatikan lingkungan, apalagi pada masa-masa normal. Perhatian Alquran yang khusus tentang lingkungan hidup ini, tidak hanya terkait dengan larangan dan anjuran atau apa yang baik dan yang buruk. Lebih dari itu ternyata alquran punya pandangan yang spesial. Dorongan Alquran agar memperhatikan alam lingkungan adalah agar manusia dapat mengelola alam dengan sebaik-baiknya, agar dapat dimafaatkan seluruh semesta.” isalnya, Alquran memotivasi manusia agar memperhatikan bagaimana unta diciptakan, bagaimana gunung ditinggikan, bagaimana bumi dihamparkan. Dengan demikian, manusia harus mengadakan riset-riset. Dengan riset-riset inilah pada akhirnya dapat melahirkan ilmu-ilmu baru yang dapat membawa umat manusia sejahtera. Misalnya, anjuran memperhatikan unta diciptakan, seharusnya melahirkan penemuan baru dalam bidang biologi. Anjuran memperhatikan gunung diciptakan seharusnya melahirkan penemuan baru dibidang geologi, demikian juga anjuran bumi dihamparkan agar dapat melahirkan ilmu-ilmu kealaman yang berujung pada kesejahteraan umat manusia. Motivasi Alquran untuk mengadakan riset-riset ilmiah ini ditegaskan dalam Alghasiyyah 17-20 berbunyi Artinya Maka Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana Dia diciptakan?, Dan langit, bagaimana ia ditinggikan ?, Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?, Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? “Disisi lain, agama dan lingkungan seringkali dipahami secara terpisah atau dikotmis.”Pemahaman tersebut berkembang selama ini, sehingga agama cenderung tidak memberikan kontribusi yang memadai terhadap kesadaran umat dalam menjaga lingkungan mereka.”Agama dan lingkungan dianggap dua hal yang terpisah dan tidak berhubungan satu sama lain.”Padahal terdapat hubungan yang erat antara agama dan lingkungan hidup,”khususnya pada kontribusi agama dalam mempengaruhi perilaku Abrahamic Religions Jurnal Studi AgamaVol. 1, No. 1 Maret 2021 8 Toguan Rambe, et all Islam dan Lingkungan Hidup Menakar Relasi Keduanyamanusia terhadap persepsi dan tingkah lakunya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup di sekitarnya.” “Agama secara implisit mengajarkan umat beragama untuk mengetahui, dan menyadari arti penting menjaga lingkungan sehari-hari.”Karena agama mengajarkan setiap umatnya untuk peduli terhadap lingkungan.”Bahwa setiap kerusakan alam, lingkungan pada akhirnya akan memberikan dampak buruk jangka panjang kepada diri manusia sendiri.”Pada kesempatana ini Allah menyatakan bahwa kerusakan lingkungan disebabkan oleh perbuatan manusia.”Seperti yang terdapat dalam surat Ar-Rum ayat 41 “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatantangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dariakibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” 41.” “Sungguh disadari bahkan diyakini bahwa Allah telah mengirimkan menusia ke atas bumi ini ialah untuk menjadi khalifah Allah, yang berarti pelaksana dari keinginan Tuhan.”Tentu sangat banyak rahasia kebesaran dan kekuasaan Ilahi menjadi jelas dalam dunia, karena usaha manusia.”Oleh karenanyamenjadi seorang khalifah semestinyalah pribadi yang menjadi muslih, yang berarti memiliki semangat kreativitas memperbaiki dan memperindah Hamka, 1982.”Oleh karenanya, Maka janganlah kita terlalu terpesona melihat berdirinya bangunan-bangunan raksasa, jembatan-jembatan panjang, gedung-gedung bertingkat menjulang langit, sampainya manusia kebulan dari Abad Kedua puluh ini, jangan dikatakan bahwa itu suatu pembangunan, kalau jiwa seseorang bertambah jauh dari Tuhan.”Sungguh ironis bahwa tidak sedikit manusia di zaman sekarang dalam kemajuan ilmu pengetahuan ini hidup mereka bertambah sengsara.”Kemajuan teknik tidak membawa bahagia, bahkan perang salalu mengancam, perikemanusian tinggal dalam sebutan lidah, namun niat jahat tambah subur hendak menghancurkan orang lain dan menebarkan berbagai jenis kejahatan.”Terkadang melalui perenungan kita kagum memikirkan ayat ini. Sebab dia dapat saja ditafsirkan sesuai dengan perkembangan zaman sekarang ini.”Ahli-ahli fikir yang memikirkan apa yang akan terjadi kelak, ilmu yang diberi nama Futurologi, yang berarti pengetahuan tentang yang akan terjadi kerena memperhitungkan fenomena-fenomena yang terjadi sekarang ini.” “Misalnya tentang kerusakan yang terjadi di darat karena perbuatan manusia lazimnya disebut denganpolusi, yang berarti pencemaran udara, akibat asap dari zat-zat pembakar,bensin, dan sebagainya.”Bagaimana bahaya dari asap pabrik, begitu juga asap kendaraan. Udara yang amat kotor itu dihisap tiap saat, sehingga paru-paru manusia penuhdengan kotoran.”Kemudian diperhitungkan orang pula kerusakan yang terjadi di lautan.”Misalkan, air laut yang rusak karena kapal tangki yang besar membawa minyak tanah atau bensin pecah di laut.”Demikian pula air dari pabrik-pabrik kimia yang mengalir melalui sungai-sungai menuju lautan, setiap harinya semakin banyak.”Hingga air laut penuh racun dan ikan-ikan jadi mati.”Hal tersebut, pernah terjadi di sungai Seine, Eropa menghempaskan bangkai seluruh ikan yang hidup dalam air tersebut, terdampar ketepi sungai jadi membusuk, tidak bisa dikonsumsi.”Demikian pula pernah beratus ribu, masalah kerusakan ekosistem alam, peristiwa matinya berjuta ikan yang terdampar ketepi 9 pantai Selat Teberau di antara Ujung Semenanjung Tanah Melayu dan pulau Singapura.”Besar kemungkinan bahwa ikan-ikan itu keracunan.” “Ini semuanya adalah perbuatan manusia.”Diujung ayat disampaikan seruan agar manusia berfikir,“Mudah-mudahan mereka kembali” ujung ayat 41.”Arti kembali itu tentu sangat dalam.”Bukan maksudnya mengembalikan jarumsejarah ke belakang. Melainkan kembali memiliki diri dari mengoreksi niat, kembali memperbaiki hubungan dengan Tuhan.”Jangan hanya ingat akan keuntungan diri sendiri, lalu merugikan orang lain.”Jangan hanya ingat laba sebentar dengan merugikan bersama, tegasnya dengan meninggalkan kerusakan di muka bumi.”Dengan ujung ayat “Mudah-mudahan”, dinampakkanlah bahwa harapan belum putus.”Pada kenyataannya, disadari atau tidak, terjadinya krisis lingkungan munculnya ilmu pengetahuan modern yang memiliki pijakan epistemologi pada positivisme yang mempunyai kecenderungan yang kuat kepada hal-hal yang bersifat empirik dan rasional.”Dalam paradigma positivisme, kebenaran diukur sejauhmana ia sesuai dengan“fakta obyektif”. “Ini bermula dengan munculnya Francis Bacon 1561-1626pandangan baru tentang ilmu pengetahuan.”Baginya, pengetahuan haruslah menjadi kekuatan manusia untuk menguasai alam knowledge is power.”Rene Descartes, bapak filsafat modern, menyatakan hal serupa.”Descartes menekankanperlunya membangun sistem ilmu pengetahuan yang kokoh dengan dasar ilmupasti dan menghilangkan aspek-aspek yang tidak dapat ditangkap oleh rasio.”Sejak akhir abad ke-17 degradasi alam diintensifikasikan oleh para ilmuwan menjadi suatu pengetahuan yang mekanistis.” “Alam dilihat sebagai mesin yang mempunyai sistem teratur, dan bagian- bagiannya dimaksudkan sebagai hukumalam yang dideduksi lewat pemikiran rasional dan diverifikasikan dengan eksperimen.”Alam tidak lagi dilihat sebagai organisme hidup, tetapi hanyalah sebuah objek yang dapat diekspolitasi dan dimanipulasikan.”Pandangan positivistik-mekanistik ini mendorong timbulnya penemuan-penemuan teknologi modern yang semakin maju.”Kendati demikian, perkembangan teknologi denganhasil-hasilnya semakin memperkuat posisi manusia dalam kedudukannya sebagai “sang penguasa” alam semesta dan berbagai kekayaan alam yang di kandungnya.”Sikap superior manusia terhadap alam memberikan banyak peluang bagi manusia untuk merusak tatanan lingkungan hidupnya.” “Para pemikir Islam terkhusus tokoh islamic ecotheology sepakat bahwa yang menjadi akar darikrisis dan pencemaran lingkungan bertititolak dari sains dan teknologi Baratyang berpijak kepada asumsi-asumsi positivistik di atas.”Karena itu, disadari bahwa yang perlu dilakukan adalah melakukan dekonstruksi terhadap kerangka epistemologis pengetahuan Barat tersebut, lalu merekonstruksi sebuah paradigma tentang alam yang lebih bersahabat dengan berpijak kepada tradisi Islam.”Dalam hal ini, Ziauddin Sardar adalah seorang saintis, penulis yang produktif, salah satu tokoh islamic ecotheology dari Pakistan, mengistilahkan agrevitas sains dan teknologi ini dengan “sentuhan Midas” yang telah berkembang sedemikian pesatnya tanpa kontrol moral sehingga keharmonisan dan keindahan ekologi menjadi rusak Ziauddin Sardar, 1998.” Abrahamic Religions Jurnal Studi AgamaVol. 1, No. 1 Maret 2021 10 Toguan Rambe, et all Islam dan Lingkungan Hidup Menakar Relasi Keduanya“Karena itu, menurut Sardar,”yang diperlukan adalah reorientasi radikalilmu pengetahuan hingga ke tingkat epistemologi dan pengisian pandangan dunianya dengan nilai-nilai Islam agar terbentuk suatu ilmu pengetahuan Islam yang lebih sesuai dengan kebutuhan fisik dan spiritual umat Islam.”Sardar menyebut usahanya ini dengan kontemporerisasi ilmu pengetahuan Islam.”Nilai-nilai yang dijadikan pijakan epistemologi oleh Sardar adalah sepuluh nilai,yaitu tawhid, khilafah, ibadah, ilm, halal, haram, adl vs zulm,istishlah vsdhiya Jose Abraham, 2001.”Kesepuluh rumusan nilai ini dapat diletakkan sebagai basis untuk menilai apakah program-program riset dan teknik masuk dalam kategori islamic science atau tidak.”Misalnya, pertanyaan-pertanyaan dapat diajukan apakah hasil dari program tersebut menjadi ukuran bagi keadilan sosial ataukah memperkuatdan memunculkan suatu bentuk tirani; apakah ia membawa kepada penghormatan kepada kekhalifahan manusia berkenaan dengan dunia alam; dan apakah membawa kepada kesejahteraan manusia atau kesia-siaan Sardar, 1998.”Oleh karenanya, sebagai umat yang hidupnya dibina dengan ajaran- ajaran yang sarat nilai, seharusnya kita dapat menyikapi masalah besar ini dengan sikap yang jelas, konstruktif dan diikuti dengan langkah-langkah yang dapat mempengaruhi prilaku masyarakat.”Ada beberapa hal yang kiranya perlu diambil dalam masalah lingkungan hidup, sebagai berikut Muhammad Tholhah Hasan, 2005.” 1. Kita memandang masalah lingkungan hidup ini sebagai masalah diniyah teologis, buka hanya masalah politik, ekonomi, teknologi saja, menginagt dampak kerusakan lingkungan hidup ini juga memberi anacaman terhadap kepentingan agama dan umat menusia. 2. Kita menyadari, bahwa pembangunan ekonomi di Negara kita dan khususnya pembangunan industri adalah perlu. Namun harus disadari pula, perlunya dihindari pengaruh yang merugikan umat manusia secara luas, baiik dalam jangka pendek maupun jangka panjang atau paling tidak menekan pengaruh negatif itu seminimal mungkin. 3. Kemajuan Iptek memang harus dikejar, tetapi bukan Iptek yang bebas nilai value free yang seolah-olah berada sendirian di ruang hampa. 4. Keterlibatan para tokoh dan lembaga-lembaga ke Islaman, dal;am berbagai kegiatan dan uapaya-upaya penanggulangan lingkungan hidup ini, dan memasukkan masalah lingkungan hidup sebagai salah satu program-program organisasi. E. Perintah Alquran Melestarikan Alam dan Sekilas Tentang Global Warning “Dalam perspektif aqidah Islam penciptaan alam semesta lingkungan dengan semua elemen yang ada di dalamnya merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah Swt, Semua ciptaan Allah Swt.”baik yang berujud makhluk hidup maupun makhluk mati memiliki tugas yang sama, yakni bersujud bertasbih kepada Allah Swt. Alam semesta bersama-sama manusia bersujud kepada Alah, menaati perintah-Nya, dan patuh terhadap semua hukum yang berlaku bagi semua makhluk.”Allah Swt. menyatakan hal ini dalam firman-Nya 11 “Dan apakah mereka tidak memerhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri? Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan juga para malaikat, sedang mereka malaikat tidak menyombongkan diri.” QS. al-Nahl 16 48-49. “Alam semesta ini juga bertasbih kepada Allah Swt. QS. al-Hasyr 59 1, QS. al-Taghabun 64 1, dan QS. al-Isra’ 17 44, meskipun kita tidak memahami bentuk pujian mereka.”Namun, dalam proses penciptaan selanjutnya, Allah membedakan manusia dari seluruh elemen lingkungan dengan memberikannya akal dan kemampuan-kemampuan rohani, yang kemudian menjadikan manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifah dimuka bumi.”QS. al-Baqarah 2 30 dan sekaligus membawa beban amanah sebagaimana yang digambarkan dalam firman Allah Swt. “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” QS. alAhzab 33 72.” Allah melengkapi manusia dengan tabiat yang majemuk sehingga mampu membangun peradaban di atas bumi dan karena hal inilah Allah melebihkan manusia dari semua makhluk ciptaan Allah lainnya QS. al-Isra’ 17 70, termasuk melebihi malaikat terutama karena manusia memiliki kemampuan berpikir dalam bidang ilmu pengetahuan sehingga manusialah yang berhak menjadi khalifah di bumi ini QS.”al-Baqarah 2 33.” “Begitu mulianya manusia karena memiliki peranan yang sangat penting dalam rangka pemeliharaan lingkungan.”Sebagai konsekuensi ditundukkannya segala elemen lingkungan kepada manusia, maka selanjutnya manusia dituntut untuk berinteraksi dengan lingkungan secara baik sesuai dengan hukum-hukum yang sudah digariskan oleh Allah Swt.”melaksanakan serta memelihara pemberlakuan hukum-hukum tersebut dalam aplikasi nyata.”Peranan manusia ini dikategorikan sebagai tujuan-tujuan yang sangat mulia di tengah-tengah kehidupan manusia, yang dalam bahasa al-Raghib al-Asfahani merupakan hikmah Allah kepada para mukallafin para Muslim dewasa yang pada akhirnya dibagi menjadi tiga tujuan, yaitu”1 untuk mengabdi beribadah kepada Allah Swt.”QS.”al- Dzariyat 51”56, 2 sebagai wakil Allah di muka bumi QS.”Shad 38 26, dan 3 membangun peradaban di muka bumi QS. Hud 11 61.” “Disamping keterangan di atas, wacana global warning juga kerap sekali menghasilkan cuaca yang ekstrim yang pada gilirannya akan merusak tatanan lingkungan hidup.”Pemanasan global Global Warming pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca greenhouse effect yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida CO2, metana CH4, dinitrooksida N2O dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global-termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5-40 oC pada akhir abad 21.” Abrahamic Religions Jurnal Studi AgamaVol. 1, No. 1 Maret 2021 12 Toguan Rambe, et all Islam dan Lingkungan Hidup Menakar Relasi Keduanya“Pemanasan global menimbulkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dan sebagainya.”Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi”agangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, b gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara c gangguan terhadap permukiman penduduk, d pengurangan produktivitas lahan pertanian, e peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dan sebagainya Siti Zawimah,2000.” “Dengan demikian, pemanasan global Global Warming adalah merupakan meningkatnya temperatur di planet bumi secara global, meliputi peningkatan temperatur atmosfir, temperatur laut dan temperatur daratan bumi yang menimbulkan dampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap masa depan bumi termasuk manusia dan makhluk hidup lain.”Dampak yang ditimbulkan cenderung mengancam eksistensi bumi, dan kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.”Tentu secara definitif padanan kata global warning tidak akan ditemukan didalam Alquran.”akan tetapi jika ditelusuri lebih jauh bahwa pemanasan global merupakan salah satu dari sekian banyak penyebab kerusakan alam.”Faktor utama dari pemanasan global disebabkan karena meningkatnya kadar CO2.”Adapun sektorpenghasil utama CO2 adalah pembangkit energi, transportasi dan energy.”Untuk itu, ada beberapa ayat Alquran yang dapat dijadikan sebagai rujukan.”Diantara term-term Alquran yang terkait langsung dengan kerusakan alam yakni fasâd.”term Fasâd berarti sesuatu yang keluar dari kesimbangan Al-Asfahani, 2001 kata ini digunakan untuk menunjuk apa saja baik jasmani, jiwa maupun hal-hal lain.”Ia juga diartikan sebagaiantonim dari kata ash-shalâh yang berarti manfaat atau berguna M.”Quraish Shihab,2002 Secara umum keduanya terkait terhadap sesuatu yang bermanfaat dan tidak bermanfaat.”Tentu dalam konteks yang demikian banyak ayat-ayat Alquran yang relevan terhadap pernyataan di atas.” “Karena itulah, berbuat baik kepada lingkungan merupakan bagian dari perbuatan baik kita.”Kita memberi kesempatan semua makhluk lingkungan untuk melaksanakan tugas bersujud kepada Allah sebagaimana kita.”Kita tidak boleh merusak lingkungan, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Seorang Muslim juga harus melihat alam sekitar ini sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah QS.”Ali Imran 3 190.”Seorang Muslim juga harus melihat alam sebagai nikmat yang dikaruniakan Allah Swt.”kepada manusia QS. Luqman 31 20 dan QS. Ibrahim 14 32-34.”Dengan demikian, diyakini bahwa, pemeliharaan terhadap lingkungan juga merupakan bagian penting dari ajaran Islam.” F. Etika Islam Tentang Lingkungan Hidup Khusus dengan penataan lingkungan hidup, Alquran memberikan sejumlah rambu-rambu, kaidah moral/etika yang mendasari pengelolaan lingkungan hidup. Etika inilah sebagai sumber acuan, sumber nilai dalam merumuskan segenapkebijakan yang berkaitan dengan penataan lingkungan hidup, etika tersebut antara lain Katimin, 2010. 13 a. Alam semesta dan isianya adalah milik Allah. b. Allah menciptakan alam untuk kesejahteraan seluruh umat manusia beserta isinya. c. Alam semesta adalah amanah dari Allah. d. Tidak diperkenankan pemborosan. e. Pengelolaan alam harus dipertanggngjawabkan oleh mansuia sebagai khalifahdimuka bumi. Seluruih prinsip-prinsip etis dalam pengelolaan diatas bertumpu pada ajaran fundamental Islam yang dalam terminology akademis disebut sebagai tauhid yaitu Tuhan dipandang sebagai pemilik dan pemelihara alam semesta. Oleh sebab itu segala aktifitas yang berkaitan dengan proses pengelolaan dan penataan lingkungan hidup mengacu kepada Tuhan sebagai Rabb al-alamin. dalam arti bahwa sesungguhnya Tuhanlah sebagai pemilik alam semesta dan pemelihara alam semesta, hal ini berarti segenap proses penataan dan pemanfaatan lingkungan hidup harus diilhami oleh sifat-sifat sebagai Rabb al-alamin, Tuhan sebagai pencipta dan pemelihara. Kesimpulan Keyakinan umat Islam selalu berorientasi kepada kebenaran, dan tidak terjerumus kepada keselahan. Kerusakan alam yang seringkali terjadi yang merasakan dampaknya adalah manusia itu sendiri, Kerusakan alam itu misalkan bencana banjir, illegal logging, pembakaran hutan, bahkan kejadian yang masih kita rasakan sampai sat ini yang Covid-19 dengan berbagai variannya yangmembuat kehidupan manusia menjadi tidak stabil, kerusakan hutan bahkan pekerjaan yang dilakukan secara terang-terangan dibeberapa daerah yang menyebabkan pencemaran udara, sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari. Sampai-sampai kegiatan belajar-mengajar diberbagai sekolahpun diliburkan karena kondisi cuaca alam yang kurang baik.”Disamping itu sederet bentuk kerusakan lingkungan hidup lainnya, haruslah menjadi pelajaran yang sangat berharga.”Manusia mempunyai pengaruh dan peranan penting dalam menjaga dan menata kelangsungan ekosistem serta habitat manusia itu sendiri, seluruh tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kibijakan tentang hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan menusia itu sendiri.”karenanya, relasi antara Islam dan lingkungan hidup itu bersifat harmonis, saling menjadi dengan kebaikan, atau dengan ungkapan lain secara normatif agama menyeru seluruh manusia untuk melestarikan dan beretika terhadap lingkungan.” Abrahamic Religions Jurnal Studi AgamaVol. 1, No. 1 Maret 2021 14 Toguan Rambe, et all Islam dan Lingkungan Hidup Menakar Relasi KeduanyaREFERENSI Ali Syariati. 1996. Kritik Islam atas Marxisme dan Sesat pikir Barat lainnya, Bandung Mian. Abdillah, Mujiyono. 2001. Agama Ramah Lingkungan Perspektif Alquran. Jakarta Paramadina. Bouggeois. 1980. Strategi and environment; A Conceptual integration, acadmy of Management. III, L. Jl. Chandler, Strategy and Structure Chapter in the history of the industrial enterprise, And Teece, 1994. Fundamental Issues in Stragegy in Strategy A Researc Agenda. Mass Harvard Business Scoo Press. A. D. 1962. Child, Organizational Structure, Environment and Performance The Role of Strategic Chice. Sosiology, 6, 2-22. in Preffer, J. 1982, Organization and Organization Theory. Mass Pitman Publishing Inc, J. 1972. Hidayat, Komaruddin. 1998. Tragedi Raja Midas Moralitas Agama dan Krisis Modernisme, Jakarta Paramadina. Hammond. 1994. Structur, Strategy, and the Agenda of the firm. In rumelt, R P. Scendel, D, E., & D. J. Teece Eds., Fundamental Issues in Strategy A Research Agenda . Mass Harvard Business Scool Press. T. H. Shihab, M. Quraish. 1996. Memembumikan Alquran Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Mizan. -. 2002.Tafsir al-Misbah, Pesan, Kesan dan Keserasian al-Quran, Volume 11, cet II, Jakarta Lentera Hati. Hasan, Muhammad Tholhah. 2005. Islam dalam Perspektif Sosiokultural, Jakarta Lantabora Press. Suparlan, Parsudi. 1996. Manusia, Kebudayaan, dan Lingkungan, Jakarta PT Raja Grafindo Persada. Sardar, Ziauddin, Masa Depan Islam terj Bandung Pustaka, 1987 Mangunjaya, Fachruddin M.. Hidup Harmonis dengan Alam. Jakarta Obor Indonesia, 2006. Sastrawijaya, Tresna. 2000. Pencemaran Lingkungan Jakarta Rineka Cipta. Bakar, Osman. 2008. TAUHID & SAINS Perspektif Islam Tentang Agama dan Sains, Bandung Pustaka Hidayah. Darsono, Valentinus. 1999. Pengantar Ilmu Lingkungan, Yogyakarta Universitas Atma Jaya. All publication by Abrahamic Religions Jurnal Studi Agama-Agama are licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi Internasional ... In addition, the learning technique used is one that is not limited to the classroom. So it is necessary to include environmental education in boarding school Rambe, Sari, & Rambe, 2021. ...Tatang Muh Nasir Hasbiyallah HasbiIlham Arif PebriansyahUjang DedihThe research background is based on the problem of low waste management in the city of Bandung. Waste management is important because the accumulation of waste results in various bad things that have an impact on people's health and the environment. The aim of the research is to obtain a description of the Zero Waste program through the Kang Pisman School and to find out the Implementation of Love the Environment Education implemented in the Insan Madani Islamic boarding school. Collecting data from research using observation and interview techniques. This research uses a quantitative approach with descriptive research methods. The object of this research is the Insan Madani Islamic Boarding School Santri. The results of the research show that the Zero waste program Through the Kang Pisman school is suitable for students at the Insan Madani Islamic Boarding School. Because, through this zero waste program, students will know how to reduce, separate, and utilize what is there. After the students get used to doing "Kang Pisman" then little by little, the impact of the accumulation of garbage in the city of Bandung is quite reduced and the students have a soul of love for the environment... Therefore, the destruction of nature is certainly not justified in Islamic teachings. Humans and nature have a very close relationship in Islam Mukhlis, 2019;Rambe & Rambe, 2021. Allah created this world including humans and the environment in balance and harmony. ...Islam is a religion that specialises in environmental issues and natural preservation. The Prophet Muhammad PBUH has given many examples to humankind about the importance of preserving the environment and prospering the earth, so it remains sustainable. For this reason, it is essential to look further into the guidance and example of the Prophet PBUH in preserving the environment and prospering the earth through his hadiths so that every Muslim can imitate and use them as a guide in everyday life. This study was conducted to describe the traditions of the Prophet related to efforts to preserve the environment and prosper the earth as part of the obligations of a Muslim. This study used a descriptive-qualitative research approach through a literature review. The results of the study show that in an effort to preserve the environment and prosper the earth, through his hadiths, the Prophet gave several instructions and guidelines, namely 1 prohibiting his people from exploiting and monopolising energy sources; 2 keeping the environment clean by reforesting and planting trees, and not polluting the environment; 3 not cutting down trees and clearing forests indiscriminately; and 4 making use of abandoned land.... "Sikap dan perilaku manusia akan menentukan baik buruknya kondisi suatu lingkungan. Sebaliknya, bagaimana manusia memperlakukan lingkungan dampaknya akan berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia" Setyoningsih, 2017;Rambe et al., 2021. Semua lingkungan yang ada di masyarakat dapat digunakan dalam proses pembelajaran, dimana lingkungan dapat menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. ...This study aims to determine the results and process of increasing students' conceptual understanding of the water cycle material through natural environment-based learning in class V. The method used is classroom action research CAR which adapts the Kemmis and Mc. Taggart model which in this study has four components consisting of planning, action, observation and reflection. The instrument used to measure the increase in students' conceptual understanding used a concept understanding test, while the instrument used to measure the improvement in the learning process used observation sheets for teacher and student activities as well as student daily observation sheets and the last one was documentation. The subjects in this study consisted of 16 fifth grade students. The results of this study indicate that there is an increase in conceptual understanding after the implementation of the natural environment-based learning model in the water cycle science subject, which is characterized by an increase in the results of understanding the concept and changes in student behavior after the actions are carried out in each cycle. This can be seen from the increase in the results of the concept understanding test in cycle I and cycle II. In the first cycle, the class average was and increased in the second cycle with the class average of In addition, the results of this increase are also strengthened by an increase in student behavior, where the results obtained in the first cycle of 65% and an increase in the results in the second cycle to 89%. This shows that the application of natural environment-based learning can be an alternative science learning model, because this learning model can improve the understanding of fifth grade students in the water cycle material... Inilah fase tentang mitologi akan alam sebagai gagasan dan alam sebagai pemberi manfaat, melalui apa saja yang bisa diberikan alam kepada manusia. Manusia dan alam adalah satu kesatuan yang saling terikat satu sama lain Rambe, 2021, muncul kesadaran manusia untuk memproduksi kultur dengan alam sebagai manifestasi utamanya. ...Kritik Islam atas Marxisme dan Sesat pikir Barat lainnyaAli SyariatiAli Syariati. 1996. Kritik Islam atas Marxisme dan Sesat pikir Barat lainnya, Bandung Ramah Lingkungan Perspektif AlquranMujiyono AbdillahAbdillah, Mujiyono. 2001. Agama Ramah Lingkungan Perspektif Alquran. Jakarta and Performance The Role of Strategic ChiceChild, Organizational Structure, Environment and Performance The Role of Strategic Chice. Sosiology, 6, 2-22. in Preffer, J. 1982, Organization and Organization Theory. Mass Pitman Publishing Inc, J. 1972.Structur, Strategy, and the Agenda of the firmHammondHammond. 1994. Structur, Strategy, and the Agenda of the firm. In rumelt, R P. Scendel, D, E., & D. J. Teece Eds., Fundamental Issues in Strategy A Research Agenda. Mass Harvard Business Scool Press. T. Alquran Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan MasyarakatM ShihabQuraishShihab, M. Quraish. 1996. Memembumikan Alquran Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Mizan. -. 2002.Tafsir al-Misbah, Pesan, Kesan dan Keserasian al-Quran, Volume 11, cet II, Jakarta Lentera dalam Perspektif SosiokulturalMuhammad HasanTholhahHasan, Muhammad Tholhah. 2005. Islam dalam Perspektif Sosiokultural, Jakarta Lantabora Lingkungan Jakarta Rineka CiptaTresna SastrawijayaSastrawijaya, Tresna. 2000. Pencemaran Lingkungan Jakarta Rineka Cipta. Ilustrasi alam dan lingkungan. Foto ini, manusia hidup secara berdampingan dengan alam. Namun, semakin banyaknya populasi manusia di Bumi ini, alam seakan didesak untuk bekerja lebih keras memenuhi kebutuhan hal ini, alam telah memberi manusia banyak hal yang bermanfaat dan indah. Seperti pemandangan, makanan, tempat tinggal, hingga menjaga keseimbangan halus yang diperlukan untuk menopang kehidupan di planet menjaga dan merawat alam dan lingkungan untuk berkembang dengan lebih baik sangat harus dilakukan oleh manusia. Peningkatan akan kesadaran menjaga lingkungan harus terus telah memberikan pedoman terhadap semua sisi kehidupan, termasuk lingkungan. Lingkungan sendiri merupakan bagian dari ciptaan Allah SWT dan setiap manusia ciptaan-Nya berkewajiban untuk dari berbagai sumber, inilah beberapa dalil yang menjelaskan ajaran Islam dalam melestarikan alam dan Merusak lingkungan menjadi salah satu sifat orang munafikAllah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ ٱلْحَرْثَ وَٱلنَّسْلَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلْفَسَادَArtinya Dan apabila ia berpaling dari kamu, ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai Dilarang untuk menvemari lingkunganDari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda"Jauhilah dua perbuatan yang mendatangkan laknat!" Sahabat-sahabat bertanya, "Apakah dua perbuatan yang mendatangkan laknat itu?" Nabi menjawab, "Orang yang buang air besar di jalan umum atau di tempat berteduh manusia." HR MuslimDari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda"Janganlah seorang dari kalian kencing di air tenang yang tidak mengalir kemudian mandi di dalamnya." HR Bukhari dan Muslim3. Menanam tumbuhan sama dengan bersedekahDari Anas radhiyallahu anhu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda"Tidak seorang pun Muslim yang menanam tumbuhan atau bercocok tanam, kemudian buahnya dimakan oleh burung atau manusia atau binatang ternak, kecuali yang dimakan itu akan bernilai sedekah untuknya." HR BukhariIlustrasi alam dan lingkungan. Foto Berlaku baiklah kepada segala sesuatuDari Syaddad bin Aus berkata"Ada dua hal yang aku hafal dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, beliau berkata, 'Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku ihsan kepada segala sesuatu. Bila kalian membunuh seperti binatang berbahaya, bunuhlah dengan cara yang baik. Bila kalian menyembelih binatang, sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya seorang dari kalian mengasah pisaunya dan memberi kemudahan kepada sembelihannya. HR Muslim5. Larangan membakar pohonAbu Bakar Radhiyallahu ’anhu berpesan ketika mengirim pasukan ke Syam, "... dan janganlah kalian menenggelamkan pohon kurma atau membakarnya. Janganlah kalian memotong binatang ternak atau menebang pohon yang berbuah. Janganlah kalian meruntuhkan tempat ibadah. Janganlah kalian membunuh anak-anak, orang tua, dan wanita." HR AhmadNah, itulah beberapa dalil dari Al-Quran dan hadis yang dapat kamu pahami bahwa menjaga dan merawat alam dan lingkungan itu penting untuk kelangsungan hidup di dunia. Bahkan, mereka yang menanam tumbuhan yang bermanfaat sama dengan bersedekah. Wallahu'alam. Alam, Laudato Si, Lingkungan, Bumi, Ekologi, Refleksi, BerimanBukanRecehan, Beberapa bulan belakangan ini, media sosial dihebohkan oleh betapa parahnya sampah-sampah plastik yang ada di lautan. Tidak sedikit yang menampilkan hewan-hewan yang tersiksa akibat menelan ataupun terlilit sampah-sampah di laut. Selain itu, isu pemanasan global juga tak pernah surut. Bagaimana kita, Orang Muda Katolik dan sahabat Youcat Indonesia harus menyikapinya? Bumi adalah Rumah Bersama Sumber-sumber alam adalah anugerah tak terkira yang diberikan Allah kepada manusia. Manusia memiliki tugas untuk melindungi harta karun ini dan melawan tindakan-tindakan yang merusak keutuhan bumi. Paus Benediktus XVI Dalam ensiklik Laudato Si, Pau Fransiskus mengatakan bahwa bumi kita ini adalah “rumah bersama” seluruh umat manusia. Nah, sama seperti rumah atau kamar kos kita masing-masing yang perlu dirawat, bumi kita sebagai “rumah bersama” juga perlu dirawat. Paus Fransiskus sangat mendukung dan mendorong kita untuk terus peka akan kondisi lingkungan kita dan berjuang sebisa mungkin untuk merawatnya. Tanpa rumah yang baik, kita pun tidak akan merasa nyaman dalam hidup kita. Kita tidak dapat tidur dengan nyenyak, makan di rumah tidak terasa enak, kumpul bareng juga jadi tidak seru. Sama seperti alam kita ini. Tanpa alam yang baik, hidup kita juga tidak akan terasa nyaman. Lihat saja berita-berita soal asap kabut yang tebal tiap kali ada kebakaran hutan ataupun berita tentang tingginya tingkat polusi di Jakarta akhir-akhir ini. Itu semua mengingatkan kita untuk terus menjaga alam kita sebagai “rumah kita bersama”. Apa yang Bisa Kita Lakukan? Tentu saja, rawat alam kita. Caranya? Kita bisa mulai dari kebiasaan sederhana kita sehari-hari. Misalnya, tidak membuang sampah sembarangan dan memisahkan sampah sesuai jenisnya. Dengan tidak membuang sampah sembarangan kita turut menjaga kebersihan lingkungan. Kedengarannya sederhana, tapi tindakan sederhana itu bisa turut mencegah masalah yang luar biasa, lho. Ingat isu sampah plastik yang merusak laut? Nah, kita bisa ikut mencegahnya dengan tidak membuang sampah sembarangan di sungai dan di pantai. Apalagi, kalau kita memilah-milah sampah harian kita. Kita bisa memisah sampah organik terutama kulit buah dan sisa sayur lalu mengolahnya menjadi pupuk. Kita juga bisa ikut gerakan bank sampah dan mengumpulkan sampah-sampah yang dapat didaur ulang di bank sampah. Dengan demikian kita bahkan bisa dapat manfaat lebih dari sampah kita. Keren kan? Kita juga bisa mengurangi sampah plastik dengan menggunakan tas kita sendiri sebagai ganti kantong plastik saat kita berbelanja. Kita juga bisa ikut mengurangi polusi udara dengan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi kita seperti sepeda motor atau mobil. Kita bisa beralih menggunakan sepeda kayuh, sepeda listrik, berjalan kaki, atau menggunakan kendaraan umum. Kita juga bisa ikut mengurangi kemacetan bila kita beralih menggunakan kendaraan umum. Selain itu, dengan menggunakan sepeda kayuh ataupun berjalan kaki, kita juga bisa menjadi lebih sehat karena sekalian berolahraga. Kita juga bisa coba-coba menanam tanaman sendiri. Tidak harus tanaman yang bagus-bagus, kita bisa mencoba menanam biji-bijian dari buah yang kita makan seperti apel, jeruk, mangga, atau bahkan tomat dan cabai. Kita juga bisa mencoba-coba menanam dengan cara hidroponik yang sederhana. Dengan begini, selain menyejukkan rumah dan lingkungan kita, kita juga bisa memetik hasil buah-buahan dari tanaman yang kita tanam. Atau, kita juga bisa ikut gerakan-gerakan seperti gerakan pungut sampah. Apapun itu, yuk kita mulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Dan berbekal kreatifitas dan semangat muda kita, yuk kita lakukan gerakan peduli lingkungan yang anak muda banget dan kekinian agar makin banyak anak muda yang tergerak untuk menjaga lingkungan. Yuk, peduli alam kita mulai dari halaman rumah kita. “Kita semua dipanggil untuk membangun dunia sebagaimana Allah telah menciptakan taman yang indah untuk dirawat, di mana semua orang bisa hidup bersama.” Paus Fransiskus > Yuk Berefleksi Apakah aku sudah cukup peduli akan kondisi lingkunganku buang sampah sembarangan atau tidak, memakai kendaraan pribadi atau umum, sudah menghemat air dan listrik atau belum? Atau aku masih cuek saja? Lihatlah kondisi lingkungan sekitar rumah atau kos kalian. Kira-kira hal sederhana apa yang bisa aku lakukan untuk kondisi alam lingkungan sekitar rumahku? Apakah ada banyak sampah? Apakah ada banyak lahan kosong yang gersang? Gunakanlah kreatifitas kalian untuk melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada. > Yuk Dicoba Dari contoh-contoh yang ada dan dari hasil refeksi kalian, yuk buat langkah nyata yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal kita agar lebih nyaman bagi kita dan tetangga-tetangga kita. > Yuk Dibaca Youcat no. 57 Docat bab 10 ensiklik Laudato Si Dalam Islam, manusia memiliki derajat yang tinggi dalam kaitannya dengan makhluk lain di bumi. Manusia menjadi subjek yang aktif dibanding hewan, tumbuhan, air, tanah, udara, api, dan benda lainnya. Manusia dapat mengelola semuanya untuk kepentingan manusia itu sendiri. Manusia memiliki diangkat sebagai khalifah yang mengemban amanah dalam merawat dan melestarikan bumi seisinya sebagai anugerah Allah SWT. Al-Baqarah ayat 30. Dalam kaitannya dengan akhlak terhadap lingkungan, manusia dituntut untuk berinteraksi dengan baik. Manusia memiliki tanggung jawab pada pelestarian dan pemeliharaan lingkungan hidup. Bahkan, inti dari risalah Nabi Muhammad SAW atau agama Islam adalah berkasih sayang terhadap alam semesta. Al-Anbiya ayat 107. Dengan demikian, perilaku umat Islam menjadikan kasih sayang terhadap alam semesta termasuk pelestarian lingkungan sebagai orientasi beragama mereka. Umat Islam dalam bentuk yang konkret berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan ekosistem baik di darat maupun di laut. Umat Islam menanggung amanah yang besar dalam menjaga kualitas air, kesegaran udara, kebersihan tanah, dan bahkan memelihara suasana dari polusi suara. KH Ali Yafie, Merintis Fiqih Lingkungan Hidup, [Jakarta, Ufuk 2006]. Kerusakan alam dan pencemaran lingkungan memberikan dampak buruk bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Kerusakan alam dan pencemaran lingkungan tidak hanya mengenai pelaku, tetapi juga berimbas pada semua makhluk hidup. Adapun dampak kerusakan alam dan pencemaran lingkungan akan dirasakan oleh manusia itu sendiri. Surat Ar-Rum ayat 41 menyebutkan, "Kerusakan alam di darat dan di laut telah tampak karena perbuatan tangan manusia agar Allah menimpakan dampak kerusakan alam akibat sebagian perbuatan mereka agar mereka kembali." Adapun lingkungan hidup atau al-bi’ah didefinisikan sebagai sebuah kawasan geografis di mana kita hidup dan berdiam di dalamnya atau sebuah kawasan dengan unsur hayati dan kandungan alam yang terdiri atas unsur manusia dan peradaban. Nuruddin Mukhtar Al-Khadimi, Fiqhunal Mu’ashir, [Mesir, Darus Salam 2015 M]. Menurut Al-Khadimi, perhatian terhadap lingkungan dalam Islam tampak pada nash dan maqashidus dan qaidah syariah tujuan dan kaidah dari risalah Islam. perhatian terhadap lingkungan hidup tampak pada nash-nash dan dalil agama yang sangat spesifik juz’i baik berupa ayat Al-Qur’an, hadits dan sunah nabi, dan kajian-kajian ilmiah dalam Islam yang berkaitan dengan manusia dan binatang, darat dan laut, angkasa dan kawasan darat. Banyak sekali ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW baik secara eksplisit maupun implisit mengandung amanah bagi manusia untuk menjaga lingkungan hidup. Surat Al-A’raf ayat 65 memerintahkan manusia untuk memakmurkan, menjaga, dan mengolah bumi sesuai kebutuhan dengan meminimalisasi dampak kerusakannya. Sedangkan pada Surat Al-Qashash ayat 77 mengingatkan manusia agar tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Perusakan alam dalam Surat Al-Qashash ayat 77 merupakan tindakan yang tidak diridhai oleh Allah SWT. Adapun tujuan dasar syariat atau risalah merupakan hifzhul hayat atau menjaga kelestarian kehidupan. Tujuan ini dapat tercapai melalui pelestarian alam dan pemeliharaan terhadap lingkungan. Sedangkan perusakan alam dan pencemaran lingkungan berdampak pada kualitas dan daya dukung lingkungan di mana manusia tinggal dan berdiam. Perusakan alam dan pencemaran lingkungan akan menurunkan bahkan merusak kualitas pangan, air, dan udara yang menjadi kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk hidup dharuri. Manusia sebagai makhluk hidup tidak dapat hidup tanpa lingkungan yang bersih dan tidak tercemar sebagai daya dukung yang memadai. Akhlak kepada Hewan Kalau Islam tidak memperbolehkan seorang muslim untuk berbuat buruk dan menyakiti non-Muslim, Islam juga berpesan agar berbagi kasih sayang kepada segala makhluk bernyawa dan melarang mereka untuk bersikap kasar terhadap hewan. Sejak 13 abad lalu, Islam menganjurkan umat manusia untuk bersikap ramah terhadap hewan. Kasih sayang terhadap binatang merupakan salah satu cabang keimanan. Tindakan zalim dan menyakitkan hewan dapat mengantarkan umat Islam ke dalam neraka dan membuat murka Allah. Rasulullah SAW pernah menceritakan seorang yang mendapati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya karena kehausan. Ia kemudian turun ke sumur untuk mengambil air dan memberikan minum anjing kehausan tersebut sehingga terpenuhi hajatnya. "Allah berterimakasih dan memberikan ampun kepada orang tersebut," kata Rasulullah. "Apakah menyayangi binatang juga berpahala ya Rasulullah?" tanya sahabat. "Pada setiap limpa yang basah terdapat pahala," kata Rasulullah. HR Bukhari. Pada riwayat Bukhari, Rasulullah SAW menceritakan seorang wanita yang menyiksa kucing karena menahannya tanpa memberikannya makan. Wanita tersebut kemudian dimasukkan ke dalam neraka. Sedangkan riwayat Muslim menceritakan, suatu hari Rasulullah SAW melihat seekor keledai yang wajahnya ditandai dengan besi panas. Pada hadits riwayat Abu Dawud, ketika menyaksikan wajah seekor keledai ditandai dengan besi panas, Rasulullah mengatakan, "Apakah belum sampai kepada kalian bahwa aku melaknat orang yang menandai binatang pada wajahnya dan memukul wajah binatang?" Sebuah riwayat menyebutkan, sahabat Ibnu Umar RA melihat sejumlah orang menjadikan ayam hidup sebagai bulan-bulanan latihan panah. Ia mengatakan, "Sungguh, Nabi Muhammad SAW melaknat orang yang menjadikan makhluk bernyawa sebagai sasaran tembak." Sedangkan Abu Dawud dan At-Tirmidzi meriwayatkan sahabat Ibnu Abbas SAW yang mengatakan, "Rasulullah SAW melarang manusia mengadu domba binatang." Al-Bazzar dengan sanad yang sahih meriwayatkan Ibnu Abbas RA yang mengatakan, "Rasulullah SAW melarang keras manusia mengebiri binatang." Ulama dari Mazhab Syafi’i, Izzuddin bin Abdissalam, dalam karyanya, Qawaidul Ahkam fi Mashalihil Anam, membahas hak-hak binatang. Menurutnya, pemenuhan hak binatang merupakan bagian dari upaya penciptaan maslahat dan penolakan mafsadat dar’ul mafasid wa jalbul mashalih yang menjadi pijakan agama Islam. "Jenis ketiga yang masuk kategori kedua dalam rangka mendatangkan maslahat dan menolak mafsadat adalah kewajiban manusia dalam menjaga hak binatang ternak dan hewan. Manusia wajib menafkahi dengan pantas binatang tersebut seandainya binatang itu sakit dan tidak dapat diambil manfaatnya; tidak boleh membebaninya dengan pekerjaan yang tidak sanggup dilakukannya; tidak mengumpulkannya dengan hewan sejenis atau hewan jenis lain yang dapat menanduk, memecahkan, atau melukainya; harus menyembelih dengan cara terbaik bila ingin menyembelihnya; tidak mengoyak kulitnya, tidak boleh mematahkan tulangnya sehingga melemahkan dan menghilangkan daya hidupnya, tidak boleh menyembelih anaknya di hadapannya, tidak boleh mengisolasinya, harus menyiapkan alas terbaik untuk dia duduk mendeku; mengumpulkan jantan dan betina pada musim kawin; tidak boleh membuang hasil buruannya; tidak boleh melemparnya dengan alat keras yang dapat mematahkan tulangnya; atau melempar/membenturkannya dengan benda yang tidak membuat halal dagingnya," Izzuddin bin Abdissalam, Qawaidul Ahkam fi Mashalihil Anam, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah 2010 M], juz I, halaman 112. Alhafiz Kurniawan

lingkungan di sekitar kita adalah amanah allah yang harus